bukan, bukan, saya bukan abis keluar dari penjara. yang abis keluar dari penjara itu iPhone saya.
maksudnya abis di jailbreak. anyway, saya termasuk pengguna baru untuk gadget dengan sistem operasi iOS, dan sangat awam sekali dengan yang namanya jailbreak. tapi memang saya senang kalo bisa ngutak-ngatik sebuah sistem operasi yang ada di handheld yang kita gunakan.
Beberapa hari yang lalu tools buat nge-JailBreak secara untethered resmi di release oleh devs team. Dan dengan rasa penasaran saya mulai mencoba untuk melakukan jailbreak pada iPhone saya. sebelumnya saya sama sekali belom pernah melakukan jailbreak pada perangkat iOS, kecuali melakukan rooting pada sistem operasi Android. Dengan modal nekat dan sedikit baca-baca mengenai jailbreak dari beberapa source dan website, akhirnya saya memberanikan diri untuk melakukan jailbreak. Dan Alhamdulillah berhasil dengan tidak menemui kendala yang berarti. FYI, Tools jailbreak yang saya gunakan adalah evasi0n 1.0. namun sekarang udah ada update-an tools evasi0n 1.1.
Jailbreak sebenarnya sudah dilegalkan di US sana. tergantung dari masing-masing user sih dalam memanfaatkan jailbreak. memang ada beberapa orang yang melakukan jailbreak hanya untuk mengunduh aplikasi bajakan. Tetapi buat saya, saya lebih prefer untuk tidak menggunakan aplikasi bajakan. Bukannya sok suci sih, tapi memang aplikasi bajakan lebih sering crash dengan springboard iPhone. Makanya, saya lebih memilih untuk membeli atau mengunduh aplikasi resmi. Melihat beberapa komentar dan keluhan dari teman-teman yang ada di beberapa forum, keluhan mereka yaitu masalah aplikasi bajakan mereka yang sering crash atau error.
Alasan utama saya melakukan jailbreak adalah kustomisasi iPhone secara personal, karena tanpa jailbreak iPhone kita sangat dibatasi oleh Apple. kita tidak dapat menginstall aplikasi dari pihak ketiga yang disetujui oleh apple, dan beberapa aplikasi tertentu dibatasi penggunaannya oleh apple.
Beberapa tweak yang telah saya unduh dari cydia dan kompatibel terhadap iOS 6.1 ada lah springtomize2, auxo, winterboard, unfold, slide to unlock killer, dan barrel. Alhamdulillah kesemua tweak yang saya gunakan ini berfungsi dengan baik dan tidak menimbulkan crash. crash juga bisa disebabkan karena pemasangan tweak yang melebihi memory iPhone.
Beberapa kelemahan dari iPhone yang telah di Jailbreak menurut saya:
- Baterai yang relatif menjadi lebih boros (tergantung pemakaian)
- Sistem operasi menjadi kurang stabil (sering respring, restart, dll)
- claim garansi akan menjadi rusak. (Namun ada beberapa pendapat yang mengatakan kalo iPhone Jailbreak apabila direstore menjadi unjailbreak, maka garansi tetap bisa di claim)
kalo keuntungan yang saya rasakan:
- rasa puas (karena iPhone ini sesuai dengan keinginan kita)
- kustomisasi full atas iPhone, karena kita dapat menginstall aplikasi yang tidak tersedia di appstore.
kalo kalian pengen sistem operasi yang stabil dan memang tidak membutuhkan tweak2 tersebut sebaiknya jangan jailbreak, tapi jika kalian pengin kustomisasi penuh atas iPhone kalian, silahkan melakukan Jailbreak. So, Jailbreak atau tidak? kembali lagi kepada kebutuhan dan selera masing-masing.
Pesan saya, kalo berniat melakukan jailbreak sebaiknya jangan lupa untuk melakukan backup atas data-data kalian via iTunes. Hal tersebut untuk mengantisipasi apabila pada saat proses jailbreaking terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Disarankan juga untuk tidak memasang tweak yang terlalu banyak, karena tweak ini memakan free memory iPhone, terlebih tweak yang sangat banyak. Hal tersebut dapat menyebabkan crash pada springboard kalian.
berikut beberapa skrinsut iPhone saya yang telah di jailbreak:
ini keypad nya pake tweak color keyboard.
Multitasking switcher by auxo
Notification by NCSettings
ini tweaks yang saya gunakan untuk kustomisasi.
Best Regards,
Angga Permadi Karpriana








