Account Receivables Review :)

selamat pagi!! pagi pagi gini mumpung ga ada kerjaan di kantor gw pengen belajar lagi tentang piutang /account receivables. Piutang ini termasuk kedam aktiva lancar/current assets karena biasanya piutang ini dapat di konversi ke kas dalam jangka waktu kurang dari setahun.

PENJUALAN KREDIT
Penjualan barang atau jasa adalah merupakan sumber pendapatan perusahaan. Dalam melaksanakan penjualan kepada para konsumen, perusahaan dapat melakukannya secara tunai atau secara kredit.
Perusahaan lebih menyukai transaksi penjualan secara tunai karena perusahaan akan segera menerima kas yang akan dapat digunakan kembali untuk mendatangkan pendapatan selanjutnya.
Dari sisi konsumen umumnya lebih menyukai bila perusahaan dapat melakukan
penjualan secara kredit, karena pembayaran dapat ditunda dan juga dapat di gunakan untuk aktivitas operasional yang lainnya. Nah Penjualan kredit inilah yang menimbulkan adanya piutang atau tagihan.
Piutang ini sendiri terbagi menjadi 2:
– Piutang Dagang / Account Receivable, ini adalah piutang yang tidak di dukung janji janji tertulis biasanya berdasarkan kesepakatan saja, dan ini biasanya di lakukan antara kolega kolega bisnis yang sudah kenal.
-Piutang Wesel / Notes Receivables
Notes receivables ini sendiri merupakan kebalikan dari account receivables tadi, yaitu piutang yang di dukung dengan janji janji tertulis dari pihak yang memiliki utang, dan kedudukan piutang ini lebih kuat di mata hukum karena memiliki kekuatan di atas kertas.
oke deh dari pada kelamaan cuap cuap ga jelas nih, mending langsung ke contohnya aje deh biar ngerti ilustrasinya.

Misalnya pada tanggal 1 Januari 2010 PT. Angga menjual barang kepada PT.
Permadi seharga Rp.2,000,000.00 dengan termin 2/10,n/30. Pada tanggal 5 Januari
barang senilai Rp. 200,000.00 dikembalikan oleh PT. Permadi kepada PT. Angga
Tanggal 11 Januari PT. Angga menerima pembayaran dari PT. Permadi sebesar saldo tagihannya. nah gimanakah pencatatan piutangnya… soal kayak gini mah buat yang udah expert akuntansi jadi cetek banget nih :hammer: ga papa deh gw coba jawab buat yg belom tau dan pengen tau🙂

jadi berdasarkan ilustrasi diatas telah terjadi 3 transaksi, sbb:

1 jan Piutang Dagang 2,000,000
Penjualan 2,000,000
(Penjualan Kredit)

5 jan Retur Penjualan 200,000
Piutang Dagang 2,00,000
(Pengembalian barang dari PT.Permadi)

11 jan cash 1,440,000
Potongan tunai 360,000
Piutang Dagang 1,800,000
(pada saat pelunasan/pembayaran)

nah kira-kira begitu lah pencatatannya, mungkin sebagian masih ada yang bertanya kenapa pada saat pembayaran tidak sebesar piutang nya yaiut sebesar 2,000,000
kenapa malah kas yang diterima sebesar 1,440,000. nih alasannya kenapa cash yang di terima hanya sebesar 1,440,000. pertama, pada tanggal 5 januari ada retur penjualan sebesar 200,000. kedua, teman2 pada lihat kan di ilustrasi di atas ada termin 2/10, n/30 nah itu lah yg di maksud dengan potongan penjualannya. mungkin ada yang belom ngerti maksud termin 2/10, n/30, maksudnya adalah si pembeli mendapat potongan 2 persen apabila melunasi pembayaran kurang dari 30 hari. nah pada ilustrasi di atas si pembeli melunasi pembayarannya pada tanggal 11 januari dan itu jelas mendapat potongan karena masih kurang dari 30 hari. maka potongan penjualannya adalah sebesar 2% x 1,800,000,- = 360,000,-
begitulah penjelasan atas ilustrasi masalah di atas🙂

Penilaian Piutang Dagang
Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia :
“piutang dagang harus dicatat dan dilaporkan sebesar nilai kas (netto) yang bisa
direalisasikan yaitu jumlah kas bersih yang diperkirakan dapat diterima”.

Penjualan secara kredit akan menguntungkan perusahaan karena menarik bagi calon pembeli sehingga volume penjualan meningkat (ya iyalah sapa juga yg ga seneng di utangin😀 ) tapi jangan seneng dulu karena di sisi lain penjualan kredit sering juga mendatangkan kerugian ketika debitur tidak mampu atau tidak mau membayar kewajibannya (buset dah ni orang udah ngutang kaga mau bayar😀 )
nah dari debitur debitur nakal yang tidak mau membayar utang inilah maka akan muncul istilah yang disebut dengan kerugian piutang dalam bahasa jawa nya biasa di sebut “Bad debt expense” untuk mengantisipasi kerugian piutang ini, perusahaan biasanya membentuk pos cadangan kerugian piutang. cadangan kerugian piutang ini biasanya di ambil dari Retained earning / laba di tahan.

Dalam akuntansi, kerugian ini biasa disebut dengan kerugian piutang, biaya piutang
tak tertagih, dan biaya piutang ragu-ragu.
Pencatatan kerugian piutang dapat dilakukan dengan dua metode :
1. Metode Cadangan
2. Metode Penghapusan Langsung
Metode Cadangan (allowance)
Dalam metode ini hal penting yang perlu diperhatikan adalah :
1. Kerugian piutang tak dapat tertagih ditentukan jumlahnya melalui taksiran dan
dibandingkan (matched) dengan penjualan pada periode akuntansi yang sama
dengan periode terjadinya penjualan.
2. Jumlah piutang yang ditaksir tidak akan dapat diterima, dicatat dengan mendebet
Rekening Kerugian Piutang dan mengkredit Rekening Cadangan Kerugian
Piutang.
3. Kerugian piutang yang sesungguhnya terjadi dicatat dengan mendebet Rekening
Cadangan Kerugian Piutang dan mengkredit Rekening Piutang Dagang pada saat
dihapus dari pembukuan.
biar mudah kayaknya kita langsung ke contoh aja deh:

– PT. GALILEO pada tahun 2000 melakukan penjualan kredit sebesar Rp.
20,000,000.00
– Piutang yang belum dapat ditagih sampai dengan 31 Desember sebesar Rp.
2,000,000.00
– Manajer kredit mengestimasikan bahwa piutang yang belum tertagih tersebut,
diantaranya sebesar Rp.100,000.00 tidak mungkin dapat tertagih.

nah jurnal penyesuaian yang harus di buat untuk mencatat taksiran kerugian piutang adalah:

Des 31 Kerugian Piutang Rp. 100,000.00
Cadangan Kerugian Piutang Rp. 100,000.00

taksiran ini biasanya berdasarkan keputusan manajemen dengan mendasarkan kepada pengalaman masa lalunya dengan si debitur jadi bisa di dapat estimasi untuk piutang yang mungkin tidak dapat di tagih. kerugian piutang ini dilaporkan dalam laporan rugi laba sebagai biaya operasional. Rekening ini pada akhir tahun tidak ditutup, melainkan dicantumkan dalam neraca pada kelompok aktiva lancar sebagai pengurang terhadap rekening piutang dagang

Piutang Dagang 2,000,000
deduction: Cad. Kerugian Piutang (100,000)
1,900,000
sesuai Prinsip akuntansi tadi: Jumlah Rp. 1,900,000 menggambarkan taksiran nilai kas bersih yang bisadirealisasi dari piutang dagang (nilai tunai piutang dagang) yang dilaporkan pada tanggal neraca.

oke sekarang kita lanjut ke penghapusan piutang, pake contoh aja lagi deh biar gampang dan to the point😀

Bagian Penagihan PT. Galileo pada tanggal 1 Mei 2000 memberikan persetujuan
bahwa piutang pada PT. Zodiak sebesar Rp. 50,000.00 dihapus dari pembukuan
karena tidak mungkin dapat diterima pelunasannya.
Jurnal untuk mencatat penghapusan piutang tersebut adalah sebagai berikut :

Mei 1 Cadangan Kerugian Piutang ………….. Rp. 50,000.
Piutang Dagang …………………… Rp. 50,000.
(penghapusan piutang kepada PT. Zodiak)

Nah, sekarang gimana kalo debitur tadi melunasi hutangnya setelah kita menghapus utang nya? ga mungkin dong kita ga mau terima uang, pasti lah gimana pun caranya harus kita terima uang itu *mau nerima uang aja kok susah amat😀.
ada 2 langkah:
1. Ayat jurnal untuk mencatat balik piutang yang telah dihapus sehingga tercatat
kembali dalam pembukuan sebagai piutang.
2. Jurnal untuk mencatat penerimaan kas dari piutang yang telah dihapus.

pake contoh yang tadi aja yak biar gampang dan nyambung.

Jika PT. Zodiak membayar kewajibannya kepada PT. Galileo pada tanggal 1 Juli
(rekening piutang kepada PT. Zodiak telah dihapus dalam pembukuan PT.
Galileo), maka jurnal yang dibuat PT. Galileo sebagai berikut :

Juli 1 Piutang Dagang ………. Rp. 50,000.00
Cadangan Kerugian Piutang Rp. 50,000.00
(untuk mencatat balik piutang pada PT. Zodiak yang telah dihapus)

1 Kas ………………………………. Rp. 50,000.00
Piutang Dagang ……………… Rp. 50,000.00
(untuk mencatat penerimaan kas dari PT. Zodiak)

Untuk menaksir jumlah piutang yang tidak dapat ditagih, manajemen dapat
menggunakan dua dasar yaitu :
1. Prosentase dari Penjualan
Prosentase ini didasarkan pada pengalaman di waktu yang lalu dan kebijakan
kredit yang ditetapkan perusahaan
2. Prosentase dari Piutang
Untuk menetapkan prosentase ini manajemen biasanya menggunakan daftar
yang disebut Daftar Umur Piutang. Analisis ini disebut sebagai Analisis Umur
Piutang
Analisis umur piutang ini merupakan cara penaksiran piutang yg tidak dapat di tagih perusahaan, untuk penjelasan Analisis umur piutang nanti di bawah akan di jelaskan melalui contoh soal.
nah itu semua tadi metode cadangan, sekarang kita lanjut ke metode penghapusan langsung (Direct Write-off)
Dalam penerapan metode ini jumlah kerugian tidak perlu ditaksir dan dalam
pembukuan tidak digunakan rekening Cadangan Kerugian Piutang. Apabila suatu
piutang diyakini tidak akan dapat ditagih lagi, maka kerugian akibat piutang tersebut
langsung didebetkan ke dalam rekening Kerugian Piutang dan rekening Piutang
Dagang dikredit.

seperti biasa langsung ke contoh aja deh
– PT. Revivo mempunyai piutang kepada PT. Dabizas sebesar Rp. 500.000,00
– Pada tanggal 20 Desember manajer kredit PT. Revivo memutuskan untuk
menghapus piutang kepada PT. Dabizas karena sudah tidak mungkin ditagih. Jika
PT. Revivo menggunakan metode penghapusan langsung, maka pada tanggal
tersebut dibuat jurnal sebagai berikut :

Des 20 Kerugian Piutang Rp. 500,000.00
Piutang Dagang Rp. 500,000.00
(Penghapusan Piutang pada PT. Dabizas)

Bila ditinjau dari konsep penandingan (matching concept) metode ini tidak
memberikan gambaran penandingan yang tepat baik dalam laporan rugi laba maupun neraca perusahaan, karena rekening Kerugian Piutang hanya akan menunjukkan jumlah kerugian yang diderita, dan piutang dagang akan dilaporkan dalam neraca sebesar jumlah brutonya. Dan pelaporan biaya (kerugian) tidak pada periode yang sama dengan periode penjualannya.
Alasan tersebut di atas mendasari bahwa metode penghapusan langsung tidak diakui dalam pelaporan keuangan.

kira kira begitulah yang dapat saya tulis dan saya share sebagai selfnote agar saya tidak bodoh dan terus mengingat akuntansi🙂
mungkin agar temen-temen bisa lebih komperehensif ini saya punya kasus plus pemecahan masalahnya yang mungkkin bisa membantu temen2 untuk lebih memahami Piutang/account receivables.
pertanyaannya:
1. Buatlah analisis umur piutang
2. Buatlah Ayat jurnal penyesuaian yang di perlukan untuk pembentukan cadangan kerugian piutang
3. Pada tanggal 1 januari 2001 berapa nilai piutang bersih? (setelah di kurangi cadangan kerugian piutang)

nih jawabannya saya attach, temen2 review aja langsung disitu

yak kira-kira beginilah yang dapat saya share ke temen-temen, btw cape juga ya ngetiknya, ga kerasa udah jam 12 aja nih, padahal mulai ngetik tadi jam 9an kurang… oke deh kurang dan lebihnya saya minta maaf yak, maklum saya juga masih belajar🙂

Regards,

Angga Permadi Karpriana

3 responses to “Account Receivables Review :)

  1. mas,saya copas yahh,,bwt materi belajar…
    hehehehe
    mkasih…

  2. mas bagus, maksiih,,
    tapi akunnya tolong bahsa inggris dong :”(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s