Lean Accounting/Management Inventory

hari ini gw review2 lagi managemen accounting, mata kuliah yg dari zaman gw kuliah dulu paling eneg… tp ya karena gw akuntan mau ga mau harus gw jinakin pelan2 tuh akuntansi manajemen… jadi hari ini gw review Management Inventory/Lean Accounting…. jadi intinya Lean accounting itu tujuannya membuang aktivitas yg tidak berguna dan meminimalkan biaya2 seperti biaya penyimpanan persediaan… jadi dalam Lean Accounting itu sebenarnya berbeda jauh dengan pendekatan tradisional, lean accounting sesuai namanya berarti akuntansi yg lebih ringkas… ringkas di sini maksudnya berbeda dengan aktivitas2 yg ada di pendekatan tradisional tadi…
jadi di lean accounting ini ada beberapa konsep:
1. Economic Order Quantity (EOQ)
jadi EOQ nih maksudnya agar biaya penyimpanan dapat ditekan maka harus di cari jumlah pembelian yg paling ekonomis dengan Formula:

EOQ = 2 AS / CP

dimana :

A = Kebutuhan Bahan baku untuk tahun yg akan datang
S = Biaya pemesanan Variabel
C = Biaya/unit, harga faktur dan biaya angkut/unit
P = Biaya penyimpanan variabel yg dihitung berdasarkan % dari C

jadi ilustrasinya gini aja deh biar gampang… PT. A pada awal tahun 2001 menyusun anggaran biaya bahan baku sebagai berikut:

1. kebutuhan bahan baku setahun = 12.000 kg
2. harga/unit bahan baku = 100
Biaya pemesanan :
-variabel = 3750
-tetap/tahun = 18000
4. Biaya penyimpanan :
a. Biaya Variabel 10 %
b.Biaya tetap/tahun = 6000

jadi dari data di atas bisa di kalkulasikan EOQ nya…
EOQ = (2x12000x3750)/(100×10%)
= 3000 kg

nah tuh di dapetkan berapa pembelian yg harus di lakukan agar biaya penyimpanan dapat di tekan, ya bener 3000 kg yg harus di beli agar ekonomis….
ya kurang lebih begitu tentang EOQ.

Reorder Point

Agar Pembelian bahan yg ditetapkan dalaM EOQ tadi tidak mengganggu proses produksi, maka di perlukan waktu pemesanan kembali bahan baku, adapun faktor2 yg mempengaruhi titik pemesanan kembali :

1. Lead time. lead time adalah waktu yg di butuhkan antara bahan baku yg di pesan sampan di perusahaan. Lead time ini akan mempengaruhi jumlah bahan baku yg di pergunakan selama masa lead time, semakin lama lead time, maka akan semakin banyak bahan baku yg di pergunakan selama masa lead time.
2. Tingkat pemakaian bahan baku rata-rata persatuan waktu tertentu
3. Safety Stock, yaitu jumlah persediaan bahan minimum yg harus di miliki oleh perusahaan untuk menjaga kemungkinan keterlambatan datangnya bahan baku, sehingga tidak terjadi stagnasi.
dari ketiga faktor di atas, maka reorder point dapat di cari dengan rumus:

Reorder Point = (LDxAU)+SS

dimana:
LD = Lead Time
AU = Average Usage
SS = Safety stock.

ilustrasinya gini deh:
PT.A menetapkan Lead time bahan baku A selama 4 minggu pemakaian rata2 sebesar 250 kg perminggu, Safety Stock yg ditaksir sebesar pemakaian rata-rata untuk 2 minggu. dari data ini, maka reorder pointnya adalah sebagai berikut:
Reorder Point = (4×250)+(2×250)
= 1500

nah jadi reorder pointnya agar pembelian tetap ekonomis adalah sebesar 1500

Safety Stock

Untuk menaksir besarnya safety stock, dapat dipakai cara yg relatif lebih teliti yaitu dengan metode sebagai berikut:
1. Metode perbedaan pemakaian maksimum dan rata-rata.
metode ini dilakukan dengan menghitung selisih antara pemakaian maksimum dengan pemakaian rata2 dalam jangka waktu tertentu (misalnya perminggu), kemudian selisih tersebut dikalikan dengan lead time.

Safety Stock = (Pemakaian Maksimum-Pemakaian Rata2)Lead time

nih ilustrasinya:

PT.A memperkirakan pemakaian maksimum bahan-bahan perminggu sebesar 650 kg, sedangkan pemakaian rata2 sebesar 500kg dan lama leadtime 2 minggu, maka bisa di dapat SS = (650-500)2 = 300 kg nah jadi SS yg harus ada sebanyak 300 kg.

Nah kira2 begitulah inti dari lean accounting, yg tujuan utamanya meniadakan atau meminimalkan Biaya penyiapan stock, biaya pemyimpanan…

Kurang lebih mungkin segitu yg bisa gw bagi, mungkin klo ada tambahan atau sanggahan dari temen2 bisa langsung di sampaikan kesini…

wassalam…

Best Regards,

Angga Permadi Karpriana

2 responses to “Lean Accounting/Management Inventory

  1. ipank freakaholic

    wah kalo lo ngikut ujian CPA udah lulus neh ujian akuntansi..hehe…good job…

    Sama kaya sistem Just In Time di perusahaan Jepang…
    Cuman, kadang di perusahaan sifatnya cuman budgeting atau forecasting aja, jarang perusahaan yg make rumus diatas utk aplikasi pemesanan raw material.. Tp klo bisa aplikasiin rumus diatas dalam aktivitas pengadaan persediaan, bagus banget…
    Keep rawk bray!😀

    • wah thanks share nya pak auditor, emang terkadang teori ama praktek kadang ga sejalan… mengenai just in time gw pengen bahas tapi lupa gw hahah yg gw tau JIT kurang lebih tujuannya juga menghilangkan waiting time bukan? ya ujung2nya lean accounting yg menghandle semuanya hehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s