Accounting Cycle

selamat pagi!! pada kesempatan pagi ini, saya pengen berbagi lagi nih dengan temen2 blogger… kali ini saya pengen belajar lagi tentang accounting cycle atau siklus di dalam akuntansi… yak siklus akuntansi jadi mungkin temen2 yg belom pernah denger istilah ini mungkin bertanya2, nanti akan kita paparkan satu persatu…
siklus akuntansi ini sangat perlu di perhatikan di sebuah perusahaan, sebab jika tidak ada siklus yg jelas mungkin perusahaan akan sulit untuk check sebuah transaksi yang terjadi di perusahaan… langsung aja deh ya…

kira kira siklus di dalam akuntansi itu : Transaksi –> Jurnal –> Buku besar (General Ledger) –> Neraca Lajur dan Jurnal Penyesuaian –> Financial Report –> Closing entries (Jurnal Penutup)

nah satu persatu itu akan kita bahas untuk pagi ini….

kita mulai dari siklus yang pertama, transaksi..
– Transaksi adalah suatu kejadian dimana telah terjadinya kejadian yang dapat mempengaruhi posisi keuangan tergantung dari material atau tidak nya suatu transaksi tersebut… simple nya gini aja deh transaksi itu proses awal mula adanya suatu siklus akuntansi😀

– Jurnal
Sebelum masuk ke buku besar sebuah transaksi harus di catat dulu ke dalam jurnal untuk menentukan mana yang harus di debet dan mana yang harus di kredit… langsung ke contoh aja deh ya biar jelas… misal: Angga menginvestasikan dana untuk PT.A sebesar 50,000,000,- maka jurnal yg harus di buat adalah :

Cash 50,000,000 (Dr)
Modal Angga 50,000,000 (Cr)

kas di debet sebesar 50,000,000 untuk mencatat penambahan kas, kenapa di debet? ya karena cash adalah aktiva, apabila aktiva bertambah maka harus di debet, begitu pula kenapa Modal di kredit? padahal kan modalnya bertambah juga… ya karena modal bukan bagian dari aktiva… Modal itu sendiri merupakan bagian dari Liabilities dan Equities… jadi apabila ada modal atau utang yg bertambah maka harus di kreditkan, apabila ada utang atau modal yang berkurang maka harus di debit….

– General Ledger (Buku besar)
Untuk memudahkan menyusun informasi yang akan diberikan kepada pihak-pihak yang memerlukannya terutama pimpinan perusahaan rnaka perkiraan-perkiraan yang sudah dihimpun didalam buku harian tersebut harus pula dipisah-pisahkan atau digolongkan menurut jenisnya. Menggolongkan perkiraan menurut jenis perkiraan tersebut dinamakan menyusun buku besar besar itu merupakan penggolongan perkiraan menurut jenisnya. jadi dari jurnal yang tadi di klasifikasikan lagi ke dalam buku besar sesuai jenisnya…

nah liat gambar itu deh, jadi dari jurnal tadi di pindahin ke buku besar sesuai akun dan nilai nya…

– Neraca Lajur dan Jurnal Penyesuaian
Setelah seluruh transaksi selama periode dibukukan di buku besar, dihitung. Setiap saldo masing-masing perkiraan dapat perkiraan akan memiliki saldo debet, kredit, atau nol. Neraca saldo adalah suatu daftar dari saldo-saldo perkiraan ini, dan karenanya menunjukkan apakah total debet sama dengan total kredit. Jadi suatu neraca saldo merupakan suatu alat untuk mengecek atas kecermatan pencatatan dan pembukuan. Dalam neraca saldo terdapat hampir semua perkiraan pendapatan dan beban perusahaan. Dikatakan hampir semua, karena masih ada pendapatan dan beban yang mempunyai pengaruh lebih dari satu periode akuntansi. Itulah sebabnya neraca ini disebut dengan neraca saldo yang belum disesuaikan. Untuk itu diperlukan jurnal penyesuaian.
adapun perkiraan perkiraan yang membutuhkan penyesuaian biasanya sih yg seperti ini:
1. Biaya-biaya yang masih harus dibayar
2. Pendapatan yang masih harus diterirna
3. Biaya-biaya yang dibayar lebih dahulu
4. Pendapatan yang diterima lebih dahulu
5. Penyusutan bangunan, mesin-mesin dan lain-lain
6. Pemakaian perlengkapan (office supplies dan store supplies)
7. Kemungkinan piutang tidak dapat tertagih
8. Persediaan Barang dagangan

gini aja deh biar gampang di mengerti
Contoh di bawah ini mengikhtisarkan ayat jurnal penyesuaian dari PT. Angga yang dibuat pada tanggal 31 Desember.
Inforrnasi yang diperoleh untuk membuat ayat jurnal penyesuaian tanggal 31 Desember adalah:
a. Pendapatan jasa belum diterima Rp. 250.000
b. Perlengkapan yang masih dimiliki perusahaan Rp. 400.000
c. Sewa dibayar dimuka yang telah terpakai Rp. 1.000.000
d. Penyusutan meubel Rp. 275.000
e. Beban gaji terhutang Rp. 950.000
f. Jumlah pendapatan jasa diterima dimuka yang dapat dianggap sebagai pendapatan Rp. 150.000

adapun ayat jurnal penyesuaian untuk point point di atas adalah:
a. Piutang 250.000 (Dr)
Pendapatan Jasa 250.000 (Cr)
(Untuk mencatat pendapat pendapatan jasa
Yang belum diterima)
b. Beban perlengkapan 300.000 (Dr)
Perlengkapan 300.000 (Cr)
(Untuk mencatat perlengkapan yang terpakai)
c. Beban Sewa 1.000.000 (Dr)
Sewa dibayar Dimuka 1.000.000 (Cr)
d. Beban penyusutan – Meubel 275.000 (Dr)
Akumulasi penyusutan –Meubel 275.000 (Cr)
Untuk mencatat penyusutan meubel
e. Beban gaji 950.000 (Dr)
Hutang Gaji 950.000 (Cr)
f. Pendapatan Jasa diterima dimuka 150.000 (Dr)
Pendapatan Jasa 150.000 (Cr)
nah setelah di sesuaikan melalui jurnal penyesuaian tadi maka masuklah ke neraca saldo penyesuaian, liat aja contoh yg gw upload
nah kan keliatan tuh berapa nilainya setelah penyesuaian, keliatan juga perubahannya setelah di sesuaikan dan sebelom di sesuaikan….

Nah klo udah selesai yang di atas tadi mari kita lanjut ke Laporan keuangan….

Laporan Keuangan
Cara penyiapan laporan keuangan yang terbaik adalah mempersiapkan laporan laba rugi terlebih dahulu, disusul dengan laporan perubahan posisi keuangan dan terakhir adalah neraca

kita mulai dulu dari Laba rugi, langsung cekidot:

laporan laba rugi ini sendiri merupakan hasil pengurangan antara pendapatan dan beban dan biaya yang terjadi pada periode yang sama, jadi klo pendapatan 2010 tidak bisa di kurangi dengan biaya pada tahun 2009… harus ada cut off yg jelas antara tahun tahun tersebut…

setelah dari P/L statement berlanjut ke laporan perubahan modal

nah di situ temen2 liat kan ada “laba bersih” ? nah laba bersih itu di ambil dari P/L Statement yg tadi kita buat…. kemudian dikurangi dengan prive/pengambilan pribadi selama tahun berjalan…

nah kemudian lanjut ke neraca/ balance sheet
Neraca merupaka laporan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada tahun tertentu…

nah pada sisi modal, disitu merupakan modal yang di ambil dari nilai laporan perubahan modal yang sudah kita buat tadi…

Closing entries/ jurnal penutup
Jurnal Penutup ialah ayat jurnal yang memindahkan nilai sisa pendapatan, beban, dan pengambilan pribadi dari masing-masing perkiraan ke dalam perkiraan modal

Untuk mengambarkan hal diatas, misalnya PT. Angga menutup buku pada akhir Desember, maka jurnal penutupnya adalah:
1. Pendapatan Jasa 7.400.000 (Dr)
Ikhtisar Laba Rugi 7.400.000 (Cr)
2. Ikhtisar Laba Rugi 3.875.000 (Dr)
Beban Sewa 1.000.000 (Cr)
Beban Gaji 1.900.000 (Cr)
Beban Perlengkapan 300.000 (Cr)
Beban Penyusutan 275.000 (Cr)
Beban Listrik 400.000 (Cr)
3. Ikhtisar Laba Rugi
(Rp.7.400.000-Rp.3.875.000) 3.525.000 (Dr)
Modal Angga 3.525.000 (Cr)
4. Modal Angga 3.200.000 (Dr)
Pengambilan Pribadi Angga 3.200.000 (Cr)

yak kira kira begitu lah siklus akuntansi yg bisa gw sampein, kurang lebihnya maafin yak, soalnya saya juga masih belajar dan terus belajar🙂 jadi mohon kepada yg lebih master untuk memberi masukan yg membangun… wassalam…

Regards,

Angga Permadi Karpriana

2 responses to “Accounting Cycle

  1. belajar dari Bu Sorta Ke Ngga….
    Hahaha…
    anyway… Jempol lah buat postingan lu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s